Menelusuri Warung Pecel Legendaris yang Tetap Eksis, Menelusuri Warung Pecel Legendaris yang Tetap Eksis. Kota Madiun, di Jawa Timur, dikenal luas sebagai kota pecel. Istilah “Kota Pecel” bukan semata julukan—pecel bagi Madiun adalah bagian batin budaya kulinernya.
Pecel di sini bukan hanya soal nasi, sambal kacang, dan sayuran, melainkan tentang tradisi, rasa warisan, identitas lokal, dan kehangatan warung yang menempel di ingatan banyak orang.
Pecel Madiun berbeda dengan versi pecel dari daerah lain terutama karena:
- Racikan sambal kacang yang ciri khas: ada keseimbangan antara manis, gurih, sedikit pedas, dan aroma kacang yang kuat.
- Pemilihan sayur (“kulupan”) yang khas: selain sayur standar seperti kangkung dan kacang panjang, sering ada sayur seperti daun ketela, kembang turi, atau daun pepaya.
- Penyajian tradisional, seperti penggunaan daun pisang atau pincuk, serta lauk pendamping seperti tempe goreng, rempeyek, serundeng, telur, atau empal.

Sejarah Pecel Legendaris di Madiun: Dari Masa ke Masa
Beberapa warung pecel telah eksis puluhan hingga hampir satu abad, mewariskan resep dan atmosfir yang tetap dipertahankan oleh generasi penerus.
- Yu Gembrot salah satu yang paling tua. Berdiri sejak tahun 1942 oleh mbah Sarinem, awalnya hanya berjualan keliling. Kemudian diwariskan dan dibesarkan oleh anaknya, Kartini. Warung ini menjadi ikon yang tak tergantikan di kawasan Jalan Imam Bonjol, Madiun.
- Pecel Mbok Kuning yang berdiri sejak tahun 1965, di Jalan Derkuku. Sekarang dikelola oleh penerus keluarga, dengan penerusan resep dan cara penyajian tradisional.
- Warung Pecel Pojok juga termasuk yang tua. Sebelum tahun 1967 sudah ada. Warung ini terkenal karena keotentikan rasa dan kesederhanaan tempatnya yang bernuansa tradisional.
- Depot Nasi Pecel 99 adalah salah satu yang populer karena konsistennya rasa, lokasinya strategis, dan pengunjungnya dari berbagai lapisan akibat reputasinya.
Seiring waktu, beberapa warung menambah variasi lauk dan layanan, tapi tetap menjaga sebagian besar dari resep asli serta cara penyajian yang tradisional agar rasa “warisan” tetap terasa.
Baca juga: Nasi Krawu Gresik: Cita Rasa Tradisional yang Tak Lekang oleh Waktu
Warung Pecel Legendaris Terkini & Apa yang Membuat Mereka Tetap Eksis
Berikut warung-warung pecel legendaris di Madiun yang masih aktif dan populer hingga saat ini, lengkap dengan keunikan, jam buka, harga, serta kondisi terkini:
| Nama Warung | Lokasi | Tahun Berdiri | Keunikan / Ciri Khas | Jam Operasional & Harga |
|---|---|---|---|---|
| Pecel Mbok Kuning | Jalan Derkuku, sekitar 500 m dari Pasar Sleko, Kota Madiun | Sejak 1965 | Menyajikan nasi pecel pincuk daun pisang; lauk standar = rempeyek, kering tempe, serundeng; sambal pecel dijual per kilogram pula; tetap dijalankan oleh generasi penerus keluarga. | Buka pagi: 05.00–10.00 WIB; seporsi lengkap ± Rp 7.000; sambal pecel ± Rp 70.000/kg. |
| Depot Nasi Pecel 99 | Jalan HOS Cokroaminoto No. 99, Kejuron, Kota Madiun | Tahun 1987 | Sambal yang khas dan konsisten; populer dikunjungi tokoh publik termasuk mantan presiden; variasi lauk cukup banyak; lokasi strategis dekat PSC dan Alun-Alun. | Buka tiap hari, mulai pagi hingga malam (06.00–22.00 WIB), harga seporsi tergantung lauk tambahan, nasi pecel standar terjangkau. |
| Nasi Pecel Yu Gembrot | Jalan Imam Bonjol No. 33, Klegen, Kartoharjo, Kota Madiun | Sejak 1942 | Salah satu warung pecel tertua; rasa khas, pelengkap lauk, penyajian masih sangat tradisional; terkenal di kalangan lokal dan pengunjung wisatawan kuliner. | Buka pagi hingga malam; nasi pecel standar mulai dari ± Rp 8.000; tambahan lauk bisa menambah harga. |
| Pecel Pojok | Jalan Cokroaminoto No. 121, Kejuron, Kota Madiun | Sebelum tahun 1967 | Lokasi di pojok seperti namanya; suasana sangat tradisional; sayur, sambal, lauk masih dikerjakan manual di beberapa bagian; tersedia varian kepedasan. | Buka sekitar pukul 05.00 sampai malam; harga mulai dari ± Rp 7.000 untuk pecel standar; lauk tambahan biayanya sesuai jenis. |
| Nasi Pecel Bu Sugeng | Jalan Kompol Sunaryo, depan Stasiun KA Kota Madiun | Lama tapi tidak disebutkan tepat tahun berdirinya di semua sumber, namun sudah dikenal lama sebagai warung 24 jam. | Keunggulan: berada tepat depan stasiun, buka 24 jam, sangat cocok untuk penumpang kereta; penyajian tradisional, rasa yang dijaga. | Harga seporsi pecel polos ± Rp 8.000; lauk tambahan seperti babat goreng ± Rp 20.000; buka 24 jam. |
| Nasi Pecel Sri Tanjung | Area Jalan Cokroaminoto, Kota Madiun (deretan tenda depan toko) | — (tidak jelas tahun pendirinya) | Menarik karena berupa tenda deret, buka malam hari (mulai sore hingga dini hari), suasana ramai, rasa sambal dan sayuran yang sangat dipuji; cocok bagi yang ingin menikmati pecel malam hari. |
Inovasi & Tantangan: Bagaimana Warung Pecel Legendaris Bertahan
Untuk bisa tetap eksis dari generasi ke generasi, warung-warung ini tidak hanya mengandalkan reputasi lama, tetapi juga adaptasi dan inovasi—tanpa kehilangan karakter tradisionalnya. Berikut beberapa hal kunci:
- Pemeliharaan kualitas bahan dan resep
Generasi penerus menjaga resep asli (sambal, sayur, perbandingan bahan) agar rasa pecel tetap konsisten. Bumbu kacang biasanya diolah secara tradisional, adakalanya ditumbuk manual. - Pelayanan dan jam buka yang fleksibel
Warung seperti Bu Sugeng buka 24 jam, sangat membantu bagi orang yang datang tiba malam hari atau tengah malam. Sentra Pecel Madiun yang baru dibuka juga menyediakan akses kuliner 24 jam sebagai bagian dari upaya Pemkot memperkuat ikon kuliner. - Lokasi strategis & aksesibilitas
Warung yang dekat stasiun, pasar, pusat kota, atau jalan besar lebih mudah dijangkau oleh warga lokal dan wisatawan. Misalnya Bu Sugeng di depan stasiun, Depot 99 di jalan utama dekat Alun-Alun. - Menjaga harga agar tetap terjangkau
Meskipun ada tambahan lauk, sebagian besar warung menyediakan nasi pecel standar dengan harga sangat terjangkau (sekitar Rp 7.000‑Rp 10.000). Ini penting karena pecel tradisional harus bisa dinikmati semua kalangan. - Penyediaan suasana & pengalaman tradisional
Penggunaan daun pisang, pincuk, suasana warung sederhana, bau asap pawon (kompor kayu) atau aroma rempah sambal yang masih terasa—ini bukan sekadar estetika, melainkan bagian pengalaman kuliner. - Dukungan pemerintah lokal dan infrastruktur
Misalnya pembukaan Sentra Pecel Madiun oleh Pemkot Madiun sebagai bagian dari usaha memperkuat identitas kota dan memfasilitasi wisata kuliner. Dengan fasilitas yang lebih baik dan jam operasional yang panjang, tempat ini menjadi alternatif bagi wisatawan.

Sentra Pecel Madiun: Inisiatif Baru
Salah satu perkembangan terkini yang penting adalah dibukanya Sentra Pecel Madiun. Beberapa poin penting:
- Diresmikan pada 29 Maret 2025 oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun.
- Lokasinya di Jalan Cokroaminoto, yang merupakan salah satu jalan “surganya pecel” di Madiun karena banyak warung pecel legendaris berada di sekitar situ.
- Beroperasi 24 jam.
- Diharapkan bisa menjadi wisata kuliner yang siap dan menarik, menjaga kualitas dan kenyamanan layanan. Pemerintah kota memerintahkan OPD terkait agar pelayanan tetap maksimal, termasuk keamanan, kebersihan, dan fasilitas pendukung.
Sentra ini menjadi bukti bahwa kuliner khas lokal seperti pecel bukan hanya soal warung individu, tapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan pariwisata dan ekonomi kerakyatan.
Tips Menikmati Pecel Legendaris di Madiun
Agar pengalaman kuliner Anda maksimal dan bermakna, berikut beberapa tips:
- Datang pagi atau malam
Banyak warung buka sangat pagi (sekitar jam 05.00‑06.00) dan beberapa buka sampai malam atau dini hari. Untuk merasakan pecel dengan sayuran yang masih segar dan penuh lauk, pagi adalah waktu terbaik. Untuk nuansa yang berbeda, pecel malam di warung seperti Sri Tanjung atau Bu Sugeng bisa sangat menarik. - Pilih warung dengan tradisi yang jelas
Warung seperti Yu Gembrot, Mbok Kuning, Pecel 99, Pojok, Bu Sugeng punya rekam jejak panjang. Cerita di balik warung seringkali menambah rasa menghargai makanan. - Tanya level kepedasan dan jenis lauk tambahan
Karena sambal pecel bisa dibuat pedas atau tidak pedas; lauk seperti empal, paru, telur, babat, dan lainnya bisa menambah pengalaman. Pastikan menanyakan tambahan agar sesuai selera. - Gunakan pencuci mulut atau pelengkap tradisional
Peyek, rempeyek, kerupuk, serundeng adalah pendamping hampir wajib agar kombinasi rasa dan tekstur lebih seimbang. - Perhatikan kebersihan & kenyamanan
Karena warung tradisional sering kali sederhana, ada baiknya memilih warung yang bersih, memiliki tempat duduk yang layak, terutama jika berkunjung saat ramai. - Eksplorasi warung di area Jalan Cokroaminoto
Karena konsentrasi warung legendaris di lokasi ini sangat tinggi; bisa sambil kuliner jalan kaki, mencicipi beberapa varian pecel dalam satu kunjungan.
Baca juga: Sejarah Lengkap Candi Jawi di Pasuruan, Jawa Timur
Kesimpulan
Wisata Kuliner Madiun, Pecel di Madiun tidak sekadar hidangan; ia adalah warisan rasa dan budaya. Warung‐warung pecel legendaris yang tetap eksis—seperti Yu Gembrot, Pecel 99, Mbok Kuning, Pojok, Bu Sugeng, dan Sri Tanjung—berhasil menyeimbangkan antara mempertahankan tradisi dan melakukan adaptasi agar tetap relevan. Inisiatif pemerintah dengan Sentra Pecel Madiun semakin mengukuhkan pecel sebagai identitas kota dan destinasi wisata kuliner.
Bagi siapa pun yang ingin mencicipi Madiun lewat lidahnya, mengecap pecel legendaris adalah sebuah keharusan—pengalaman rasa, budaya, dan keramahan lokal yang tak terlupakan.