Mengenal Asal Usul Kota Kediri, Jejak Kerajaan Tertua di Tanah Jawa. Kota Kediri, yang kini menjadi salah satu kota penting di Jawa Timur, ternyata menyimpan sejarah panjang dan kaya. Jejaknya bahkan dapat ditelusuri hingga era kerajaan-kerajaan awal di Nusantara.
Nama Kediri tidak hanya dikenal karena pusat perdagangan dan budaya, tetapi juga karena perannya sebagai lokasi berdirinya salah satu kerajaan tertua di tanah Jawa, yaitu Kerajaan Kediri.
Baca juga: Kuliner Malam di Solo: 7 Tempat Nongkrong dan Makan yang Buka Sampai Larut
Kali ini kita akan menggali asal usul Kota Kediri secara mendalam. Kita akan menelusuri sejarahnya, mengungkap peran pentingnya di masa lampau, serta melihat bagaimana warisan masa lalu itu masih berpengaruh hingga kini.
Kediri dalam Lintasan Sejarah: Awal Mula yang Gemilang
Kerajaan Kediri: Lanjutan dari Kejayaan Airlangga
Sejarah Kediri dimulai pada abad ke-11 Masehi. Setelah Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan wafat pada tahun 1049 M, wilayah kekuasaannya dibagi menjadi dua oleh seorang resi (pendeta) bernama Mpu Bharada, untuk mencegah perang saudara antara dua putranya. Dari pembagian itu, lahirlah dua kerajaan: Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Panjalu.
Nah, Kerajaan Panjalu inilah yang kemudian dikenal sebagai Kerajaan Kediri. Nama Kediri berasal dari kata "Kadiri" atau "Dhāri", yang berarti ‘tempat bertahan’ atau ‘kekuatan’. Letaknya berada di daerah aliran Sungai Brantas, yang strategis sebagai jalur perdagangan dan pertanian.

Lokasi Strategis di Tepian Sungai Brantas
Kota Kediri terletak di tepi Sungai Brantas, sungai terbesar kedua di Pulau Jawa setelah Sungai Bengawan Solo. Sungai ini menjadi urat nadi perdagangan, distribusi hasil bumi, serta jalur transportasi yang penting. Oleh karena itu, keberadaan Kerajaan Kediri di daerah ini menjadikannya pusat ekonomi dan budaya pada masanya.
Masa Keemasan Kerajaan Kediri
Kerajaan Kediri mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Raja Jayabaya (sekitar tahun 1135–1157 M). Jayabaya dikenal sebagai raja yang bijaksana dan dihormati, bahkan hingga kini. Ia terkenal karena ramalan-ramalannya yang masih sering dibicarakan dalam budaya Jawa modern.
Beberapa pencapaian penting pada masa Kerajaan Kediri antara lain:
- Sistem pemerintahan yang mapan, dengan pembagian kekuasaan yang terstruktur.
- Kemajuan sastra Jawa Kuno, seperti karya monumental “Kakawin Bharatayuddha” yang ditulis oleh Mpu Sedah dan disempurnakan oleh Mpu Panuluh.
- Stabilitas ekonomi dan kemakmuran rakyat karena hasil pertanian dan perdagangan yang melimpah.
- Hubungan diplomatik dan perdagangan yang luas dengan kerajaan lain di Asia Tenggara dan bahkan Tiongkok dan India.
Bukti Sejarah yang Masih Bisa Dijumpai
Hingga saat ini, berbagai peninggalan arkeologis dan budaya dari Kerajaan Kediri masih dapat dijumpai di berbagai tempat, antara lain:
1. Candi Tegowangi
Candi ini terletak di Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Merupakan candi peninggalan masa akhir Kerajaan Kediri dan dianggap sebagai tempat pendharmaan seorang raja. Arsitekturnya mencerminkan ciri khas seni dan budaya Hindu.
2. Candi Surawana
Masih berada di kawasan Plemahan, Candi Surawana didirikan untuk menghormati Raja Bhre Wengker. Candi ini penuh dengan relief cerita epik dan menunjukkan perkembangan seni pahat di era tersebut.
3. Prasasti dan Naskah Kuno
Sejumlah prasasti ditemukan di wilayah Kediri dan sekitarnya, seperti Prasasti Panumbangan dan Prasasti Ngantang, yang menjadi bukti autentik eksistensi dan sistem administrasi Kerajaan Kediri.

Kediri dalam Pengaruh Majapahit dan Islamisasi
Setelah era kejayaan Kerajaan Kediri mulai meredup, wilayah ini sempat berada di bawah kekuasaan Kerajaan Singhasari, lalu dilanjutkan oleh Kerajaan Majapahit. Kediri tetap menjadi wilayah penting secara politik dan ekonomi.
Pada masa penyebaran Islam di Jawa, wilayah Kediri juga turut mengalami perubahan besar. Banyak tokoh penyebar Islam masuk ke wilayah ini, dan warisan budaya Hindu-Buddha berpadu dengan nilai-nilai Islam, menciptakan keragaman budaya yang unik hingga saat ini.
Baca juga: Makanan Khas Solo yang Melegenda: Dari Serabi Hingga Nasi Liwet
Kediri Masa Kolonial: Perubahan Identitas Kota
Pada masa kolonial Belanda, Kediri menjadi bagian penting dalam pemerintahan Hindia Belanda. Dibentuk sebagai pusat administrasi dengan infrastruktur modern seperti:
- Stasiun kereta api yang menghubungkan Kediri dengan kota-kota besar lain.
- Kebun-kebun tembakau dan tebu, yang menjadi komoditas penting bagi Belanda.
- Pembangunan pabrik gula, seperti PG Meritjan, yang menjadi saksi sejarah industri kolonial.
Kediri di Masa Kini: Kota Sejarah, Pendidikan, dan Ekonomi
Kini, Kediri telah berkembang menjadi kota modern yang tetap menjaga nilai-nilai sejarahnya. Kota ini dikenal sebagai:
- Kota pendidikan, dengan banyak sekolah dan universitas ternama.
- Pusat industri dan perdagangan, termasuk industri rokok dan makanan.
- Kota religi dan budaya, karena banyaknya pesantren serta acara adat yang masih dijaga.
Warisan masa lalu, seperti kebudayaan Jawa, nilai-nilai spiritual, dan kearifan lokal, masih sangat hidup di masyarakat Kediri.
Mengapa Kediri Layak Dikunjungi?
Bagi Anda yang menyukai wisata sejarah dan budaya, Kediri adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Kota ini menawarkan:
- Wisata sejarah, seperti candi, museum, dan bangunan kolonial.
- Wisata religi, seperti Goa Selomangleng dan Makam Auliya.
- Wisata alam, seperti Gunung Kelud dan Air Terjun Dolo.
Semua itu berpadu dengan keramahan masyarakat dan kuliner khas yang menggugah selera, seperti tahu takwa, getuk pisang, dan pecel Kediri.
Tips Singkat Menjelajahi Jejak Sejarah Kediri
Agar perjalanan Anda ke Kediri semakin berkesan, berikut tips yang bisa Anda ikuti:
- Rencanakan rute wisata sejarah – Mulailah dari pusat kota, lalu ke situs candi dan museum.
- Gunakan pemandu lokal atau aplikasi sejarah – Banyak informasi menarik yang bisa Anda dapatkan dari mereka.
- Kunjungi Kediri saat musim kering – Agar perjalanan Anda ke situs alam dan sejarah lebih nyaman.
- Jangan lewatkan kuliner lokal – Sejarah juga bisa dinikmati dari cita rasa khas daerah.
- Bawa kamera dan catatan – Setiap sudut Kediri menyimpan kisah yang layak diabadikan.
Kesimpulan: Kediri, Kota dengan Sejuta Jejak Masa Lalu
Kota Kediri bukan hanya sekadar kota di Jawa Timur. Ia adalah penjaga warisan sejarah dan peradaban Jawa yang telah berkembang sejak ribuan tahun lalu. Dari masa kejayaan Kerajaan Kediri hingga menjadi kota modern yang dinamis, Kediri terus memelihara identitasnya sebagai kota dengan akar budaya dan sejarah yang kuat.
Memahami asal usul Kota Kediri tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga mengajak kita untuk menghargai jejak masa lalu yang membentuk wajah Indonesia hari ini. Mari jaga, rawat, dan lestarikan sejarah ini, agar generasi masa depan tidak kehilangan jejaknya.
Baca juga: 10 Tempat Wisata Terbaik di Solo yang Wajib Dikunjungi